Jumat, Juni 18, 2010

DILEMATIS BANGET EUY...!!!

Ini adalah kisah mahasiswa politeknik telkom yang sedang terbebani oleh Tugas Besar, Presentasi, dan galau menghadapi hantaman UAS yang menyebalkan. 

1. Tugas Besar a.k.a Tubes
 Tubes adalah musuh buat kami, hampir semua mata kuliah membebani kami dengan Tubes yang pasti akan sangat resah kami kerjakan. Pada saat yang hampir bersamaan kami dipaksa untuk mengerjakan berbagai jenis tugas yang harus dipresentasikan menjelang UAS tiba. Jadi harap maklum wahai Bapak di kampung halaman nun jauh disana jika nilai-nilai dari tiap mata kuliah akan sangat beragam bentuknya, jika beruntung kami akan mendapat nilai yang kuncup di atas, buncit atas bawah, melengkung, buncit besar, atau bahkan karena kurang beruntung kami akan mendapat nilai garpu tanpa gagang. Maka, dengan ini kami ingin agar Tubes di hapuskan dari semesta alam ini.

2. Presentasi
 Selanjutnya adalah Presentasi, ini adalah kelanjutan dari semua Tubes itu. Nah, jika Tubes beres belum tentu semua berakhir. Dengan isi kepala yang sudah HANG karena stress mengerjakan Tubes tiba-tiba dada dag dig dug menunggu giliran Presentasi. Galau dengan pertanyaan retoris dari Asprak atau Dosen, yang sudah pasti itu akan sangat menyebalkan. Jadi intinya "I Hate Those God Damn Things"

3.  UAS a.k.a UJIAN AGAK SERIUS
 Dan akhirnya, Ujian Akhir Semester pun tiba. Pekan pusing, stress, dan Menyeblakn itu tiba. Buku-buku seakan tidak lagi berguna saat pekan itu tiba, slide, pdf, atau apa pun lahan belajar itu seakan hanya sampah tak berguna. Ocehan dosen di kelas pun memang hanya ocehan saja. Dan sadarilah wahai Politeknik Telkom, yang kami butuhkan adalah praktikum, bukan teori yang membosankan 2 sampai 3 sks di dalam kelas yang juga membosankan.

bersambung...

Selasa, Juni 15, 2010

Diagram Sekuen



Joko Pamungkas
30208060
PCE0801
Merupakan suatu diagram perilaku yang memodelkan interaksi, yang memperharikan aspek urutan waktu dari pesan, dan diagram sekuen ini juga merupakan realisasi dari use case
Diagram sekuen digunakan juga menggambarkan beberapa objek dilengkapi dengan pesan yang dikirim atau diterima oleh setiap objek. di bawah ini merupakan contoh dari diagram sekuen beserta use case nya
use case


dari use case diatas dapat kita jadikan acuan untuk menyelesaikan sebuah diagram sekuen
diagram sekuen dari use case log in

diagram sekuen dari use case mengelola buku


diagram sekuen dari use case mengelola peminjaman


Diagram sekuen dari use case mencari buku


diagram sekuen dari use case melihat katalog




Jumat, Juni 11, 2010

catatan 22 january 2010.




satu hal, yang kadang teman2ku di kampus salah mengartikan, juga aku.
insomnia, yah insomnia. dengan tugas2 kuliah yang banyak dan waktu penyerahan yang mepet
kadang ada yang mengerjakannya sampai larut malam, pagi bahkan. atau karena bermain games yang bikin lupa waktu.
_(catatan ini dibuat saat adzan shubuh mulai berkumandang di mesjid)_

jadi begini ceritanya, (sekarang jam 4.26 am)
tadi malam saat berkumpul bersama teman2 di Gema Rawana di rumah kontrakan, saya mengcopy beberapa film (plus film BK tentunya).
salah satu filmnya adalah Dejavu, Denzel Washington yang berakting dalam film itu. jalan cerita film itu seperti kebanyakan
filmnya Denzel W. rumit dan aneh-anehlah. sebenarnya saya sudah sangat ngantuk saat film itu baru berjalan beberapa menit.
namun karena film ini menarik untuk ditonton maka saya tidak mempedulikan rasa kantuk itu. jadi apa hubungannya dengan insomnia
diatas? hubungannya adalah, waktu (filmnya nyinggung masalah waktu juga).
jadi saat kita mengabaikan waktu, entah itu waktu tidur atau waktu apapun, maka pekerjaan yang telah kita rencanakan akan berantakan.
terkadang saya pun aneh dengan diri saya akhir2 ini, Mengapa saya tidak dapat tidur malam?
karena ingin keren maka saya simpulkan itu adalah insomnia, padahal saya salah dan saya tahu itu persepsi yang salah.
menurut saya (kini) insomnia itu tidak ada, yang ada adalah mengabaikan waktu tidur.
ketika saya merasakan rasa ngantuk, kadang saya mengabaikannya. kadang saya bahkan sampai lebih dari 24 jam tidak tidur (shit man, its hurt).
tapi itu bukan insomnia. jadi sebenarnya ketika rasa ngantuk itu terasa maka saya harus langsung mengambil posisi tidur,
jika tidak (walaupun selang waktu tunda hanya beberpa detik) maka rasa ngantuk itu akan hilang.itulah teori saya sekarang.

sekarang saya baru sadar, "kerjakan apa yang dapat dikerjakan saaat ini jangan menunda sampai esok"

TIDUR, kecil memang. namum jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan untuk meluas pada hal lain.
Study, Kerja, Makan, Minum, dan bahkan Cinta.

jadi yang tak bisa diam dalam kepala.

sepertinya sudah terasa apa yang tak pernah aku inginkan,
mulai terjadi dan mengakar dalam akal yang tak berdaya untuk pernah menolak
bingung, takut , dan dipaksa untuk jadi munafik.
aku takut untuk berani memulai semua resiko yang
harus aku ambil.terasa munafik betul aku ini,terasa tak aku yang apa adanya,
atau mungkin aku  yang seperti inilah yang sebenarnya ada dalam diriku.
parah, benar-benar parah aku ini yang sekarang...
dan segala ketakutan ini tiba-tiba muncul dari entah mana?!
seperti dulu untuknya, kini mulai ada hal baru yang hampir sama
datang untuk merusak aku dari dalam, gerogoti jiwaku untuk bisa
kembali tegak berdiri menantang dengan segala kebimbangan yang coba
ku sembunyikan dengan cara ini, cara yang pernah aku lakukan dulu.
berpura-pura tegak, tegar berdiri tapi di dalam aku dilumpuhkan
oleh suatu hal yang paling aku takuti untuk mencoba, apakah itu?!
hal yang bisa dengan tiba-tiba buat aku terpojok di sudut dengan
meratapi sepi, menghadap tembok kekar yang tak pernah ingin aku untuk
runtuhkan.apakah ini?!dengan kesepian ini aku benci, tapi inilah yang
dapat buat aku teriak untuk menjadi aku yang penantang, tapi dilumpuhkan
oleh hal ini, apakah hal yang tak pernah berani aku sebutkan itu.
gelisah, aku hidup dengan itu. aku hidup penuh kegelisahan yang dapat buat aku
begitu angkuh,hal yang tak terungkapkan  ini terus gerogoti aku untuk menantang
bicara lantang penuh kebohongan yang coba aku tutupi.

recognize me mother fucker...!!!

aku kenal kau dari ketakberdayaan akan sepi
tak masuk akal untuk suatu awal
bius itu mengalir deras dan makin pekat menyatu
kontaminasi aku dalam ketaktahuanku akan ini
mulai merekayasa mimpi, menebar keinginan
aku inginkan kau sebagai (   )ku
aku ingin kau sebagai yang aku inginkan
PALSU...aku anggap ini palsu
sepalsu aku coba tutupi ketakbedayaanku akan adanya kau...
PALSU...aku anggap ini sangat PALSU...
sepalsu aku tak berani untuk akui semua dihadapan mukamu
sepalsu aku ingin kau tahu aku tak berdaya dihadapan mukamu
sepalsu aku bicara di depan semua orang tentang aku tak berdaya dihadapan mukamu
aku anggap aku begitu PALSU...
aku ingin kau (  )...
dengan tak berani aku ingin ungkap kau sebagai yang aku inginkan...

marah aku dengan aku yang begitu lumpuh....!!!!
dilumpuhkan oleh hal yang tak pernah aku berani katakan "kata" itu
sekalipun hanya padaku sendiri aku tak berani untuk katakan "kata" itu...

Kamis, Juni 10, 2010

stunt double - No Use For A Name

Here's another drink to cover
every word you say
fine excuses, it wasn't you then
sorry, my mistake

Here comes the part
where the stunt double plays
you ask somebody else
to take the fall and blame

Building bridges
playing with matches
burning yourself down
find the exit
before they get it
take the easy way out

So here comes the part
where your stunt double plays
you have somebody else
I think we imitate

Here comes the part
where your stunt double plays
you ask somebody else
to take the fall and blame

Rabu, Juni 09, 2010

jika ini dikatakan puisi, maka ini tentang cinta orang KIRI




maaf sayang...
jika yang dapat ku berikan hanya segelas kopi yang hitam.
egoisnya aku menghisap batangan tembakau bersamamu.
dan obrolan kita pun bukan membahas masa depan kita.
rumah mungil dengan pekarangan yang penuh bunga-bunga,
dekorasi ruang tamu, ruang keluarga, meja makan, atau kamar tidur kita.

maaf sayang...
jika yang dapat ku berikan saat ini hanya ini.
egoisnya aku masih dengan batangan tembakau bersamamu.
tampaknya kau bosan dengan obrolanku.
saat kau bicara butik warisan ibumu, aku bicara marx.
saat kau bicara betapa nasionalisnya bapakmu, aku bicara anarchy.
saat kau bicara pendidikan tinggi kakakmu, aku bicara komunis.
atau saat kau puji religiusnya adikmu, aku paparkan padamu konsep atheis.

maaf sayang...
tapi sungguh aku cinta kau.
secinta gie pada sunarti, secinta Qais pada laela, atau secinta tuan crab pada uang.
hanya saja entah bagaimana cara untuk sampaikan cintaku.
jika idealnya aku adalah seorang marxis, anarchy, komunis, dan orang-orang mengatakan aku atheis.
aku bukan eksekutif muda impian ibumu, bukan nasionalis seperti bapakmu,
tidak berpendidikan setinggi kakakmu, dan tidak sereligius adikmu.

untuk terakhir kalinya, maaf sayang...
kali ini aku hanya kesepian dengan hidupku.
tapi aku hanya mohon padamu,
habiskan saja kopi itu perlahan, perlahan saja.
bicaralah sesukamu,
caci-makilah sesukamu
agar aku semakin yakin aku harus memperjuangkanmu.
agar kau semakin yakin aku terus memperjuangkanmu.
untuk menjadikanmu mengerti marx, komunis, anarchy, dan atheis tidak seperti yang bangku sekolah ajarkan padamu.